MUAROJAMBI – Pemkab Muarojambi diketahui akan membahas rencana meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Ini menyusul kondisi kabut asap yang tebal dan kualitas udara yang tidak sehat di Kabupaten Muarojambi.

Informasi41 Dilihat

MUAROJAMBI – Pemkab Muarojambi diketahui akan membahas rencana meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Ini menyusul kondisi kabut asap yang tebal dan kualitas udara yang tidak sehat di Kabupaten Muarojambi.Pj Bupati Muarojambi, Bachyuni menyebutkan, pihaknya akan membahas terlebih dahulu, apakah aktivitas belajar mengajar bakal diliburkan atau tidak.

“Nanti kita rapatkan, apakah dirasa memang perlu diliburkan atau tidak, tergantung kondisi esok seperti apa,” ujarnya.Bachyuni juga menyebutkan, asap yang ditimbulkan saat ini, tidak hanya berasal dari Muaro Jambi.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Muaro Jambi menerima Desain Gerbang Pintu Masuk Tol dan Pintu Keluar Tol Jambi

Namun berdasarkan arah angin yang sampaikan oleh BMKG, arah angin itu berasal dari tenggara ke utara.

“Tadi malam  saya rapat sampai jam 01.00 dini hari. Saya melihat daerah sekeliling kita, Kabupaten Batanghari, Tanjab Timur, Tanjab Barat, Muaro Jambi, terkait dengan karhutla tidak ada arah anginnya masuk ke kota,” kata dia.

Baca Juga :  Fraksi PDIP DPRD Muaro Jambi Usman Halik Pertanyakan Kinerja Perumda

“Arah angin yang disampaikan BMKG itu, dari Tenggara ke Utara, artinya bukan dari Provinsi Jambi. Saya tidak mau bicara lebih lanjut, saya butuh data riil dulu, Jadi intinya, untuk kegiatan belajar masih tetap berjalan seperti biasa dan belum diliburkan,” tandasnya.“Kualitas udara pada hari ini (kemarin, red) masih berada pada kategori tidak sehat. Kualitas udara tidak sehat ini berarti, tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan dan tumbuhan,” kata Evi Syahrul, Selasa 5 September 2023. (Hvz)

Komentar