Memperingati hari milad ke 18 Tahun PonPes Riyadhul Amien Desa Danau Lamo Kecamatan Maro Sebo gelar rangkaian Istighosah Dan Tausiyah.

GEMAMUJAMEDIA.COM/ Pondok Pesantren Riyadhul Amien bertempat di Desa Danau Lamo Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. Sudah memasuki usia remaja genap 18 tahun berdiri sejak 25 mei 2005 dahulu.

Tidak mudah bagi suatu pesantren untuk dapat terus mengembangkan metedologi pendidikan keagamaan khas dengan ma’hadi, Tarbawi dan islami.

Ponpes Riyadhul Amien mengalami perkembangan pesat dari tahun ke tahun mulai dari segi SDM pengajar bahkan sampai ke gedung-gedung terpadu pembelajaran dan asrama. Prestasi pun selalu menjadi prioritas utama, bahkan santriwan/wati nya sudah banyak yang mengkhatamkan Hafalan 30 Juz Al Qur’an.

Baca Juga :  Pj Bupati Muarojambi Berikan Bantuan Kepada Rumah Korban yang Tertabrak Truk Batu Bara

Septiano Mandiri Selaku pembina Ikatan Keluarga Besar Alumni Riyadhul Amien (IKBARA) dalam sambutannya menyampaikan “Pondok pesantren adalah laboratorium pendidikan yang pas untuk para generasi penerus bangsa, maka tidak akan salah gerak dan salah langkah bagi santri nantinya setelah  memasuki dunia kemasyarakatan.”

Tentu juga berdirinya Ponpes RA ke 18 tahun tentu banyak halang rintang yang telah di lalui oleh pendiri serta ustadz/ah dalam proses pengabdian diri untuk kemashlahatan umat.

Baca Juga :  DPRD Muaro Jambi Setujui Rancangan Peraturan Daerah Pajak Daerah dan Retribusi

Buya margutin al manshuri selaku pimpinan dan pengasuh pondok pesantren riyadhul amien pun juga menyampaikan untuk santri dan alumni. “Kita berharap semoga kelak santri-santri kita tetap menjalankan visi dan misi almamater tercinta dan terus mengharumkan nama baik almamater ini. Ketika nanti kelak harus bisa berkiprah di tengah masyarakat.”

Baca Juga :  Robinson Sirait Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi Berpesan Kepada Datuk Sudi Pamungkas Yang Baru Dilantik ini Pesannya?

Sekali santri tetaplah santri tidak akan pernah menjadi bekas santri. “Meski satu hari saja ia mengenyam pendidikan di pondok ini dan tidak sampai tamat, jangan pernah minder dan tidak percaya diri karena mereka selalu buya anggap sebagai santri Riyadhul Amien. Pondok pesantren ini selalu terbuka lebar untuk setiap alumni dan masyarakat yang ingin bersilahturahim” ungkap Buya. (Haviz)

Komentar